Nama : Nadya Angelia
Kelas : XI Unggulan 4
SMA Plus PGRI Cibinong
Tugas Matematika

Apa itu virus Covid-19? Covid-19 atau yang sering kita sebut 'Corona' merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Semenjak China tepatnya di kota Wuhan mengumumkan banyak orang terinfeksi virus ini, dunia mulai gempar dan berjaga-jaga dengan adanya virus tersebut. Virus yang masih bersaudara dengan penyebab SARS dan MERS ini persis seperti mahkota. Bentuk mahkota ditandai protein S berupa sepatu yang tersebar di sekeliling permukaan virus.
Gejala dan Penyebab

Kebanyakan virus corona menyebar seperti virus lain pada umumnya, seperti:
- Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
- Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
- Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus tersebut.
Virus Corona bisa menimbulkan beragam gejala pada pengidapnya. Berikut beberapa gejala virus corona yang terbilang ringan:
- Flu
- Sakit kepala.
- Batuk.
- Sakit tenggorokan.
- Demam.
Namu, Jika penderita sudah sangat parah maka gejalanya akan bertambah. yaitu
- Sesak napas.
- Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.
Infeksi bisa semakin parah bila menyerang kelompok individu tertentu. Contohnya, orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bayi, dan lansia.
Data Tabel Covid-19 di Indonesia
Tabel diatas merupakan data hari ini tanggal 1 April 2020.
Dari data tersebut, DKI Jakarta merupakan wilayah yang paling banyak orang yang terinfeksi virus tersebut. Yaitu, 808 orang dengan jumlah kematian yang cukup banyak yaitu 85 orang dan jumlah kasus sembuh yang hanya 50 orang. Sedangkan untuk wilayah dengan kasus terendah adalah wilayah Bengkulu,Maluku,dan Sulawesi Barat yang berjumlah 1 orang di setiap daerahnya.
Saya akan menghitung rata-rata kasus,sembuh dan meninggal dari 10 wilayah teratas dengan kasus terbanyak. 10 wilayah tersebut adalah:
- DKI Jakarta = 808 positif, 50 sembuh, 85 meninggal
- Jawa Barat =220 positif,11 sembuh, 21 meninggal
- Banten = 152 positif, 7 sembuh, 14 meninggal
- Jawa Tengah = 104 positif, 0 sembuh, 7 meninggal
- Jawa Timur = 104 positif, 17 sembuh, 9 meninggal
- Sulawesi Selatan = 66 positif, 0 sembuh, 5 meninggal
- DI Yogyakarta = 28 positif, 1 sembuh, 2 meninggal
- Bali = 25 positif, 10 sembuh, 2 meninggal
- Sulawesi Utara = 22 positif, 0 sembuh, 3 meninggal
- Kalimantan Timur = 21 positif, 0 sembuh, 1 meninggal
➔ Rata-rata dari jumlah kasus positif di 10 provinsi teratas :
808+220+152+104+104+66+28+10+22+21
= 1.535 : 10 (jumlah provinsi teratas)
= 153,5
Maka rata-rata dari jumlah kasus Covid-19 dari 10 provinsi yang memiliki kasus terbanyak adalah 153,5
➔Rata-rata dari jumlah pasien yang sembuh di 10 provinsi teratas :
50+11+7+0+17+0+1+2+0+0
= 88 : 10
= 8,8
Maka rata-rata dari jumlah pasien yang sembuh dari 10 provinsi yang memiliki kasus terbanyak adalah 8,8
➔Rata-rata dari jumlah pasien yang meninggal di 10 provinsi teratas :
85+21+14+7+9+5+2+2+3+1
=149 : 10
= 14,9
Maka rata-rata dari jumlah pasien yang meninggal di 10 provinsi yang memiliki kasus terbanyak adalah 14,9
Dampak Covid-19
⇨Dampak Negatif
- Sektor ekonomi yang menurun karena berkurangnya pembeli.
- Pekerjaan yang biasanya dilakukan di luar rumah kini harus terpaksa dikerjakan di dalam rumah.
- Karyawan yang terancam di PHK.
- Kurs dollar terhadap rupiah meninggi hingga mencapai Rp 16.000,00
⇨Dampak Positif
- Dapat lebih dekat dengan keluarga karena tidak boleh keluar rumah.
- Lebih peduli dengan kesehatan.
- Seluruh dunia berkerja sama.
- Kualitas udara membaik.
Upaya Pencegahan Covid-19
- Cuci tangan dengan teratur setiap sehabis memegang benda yang kemungkinannya banyak di pegang oleh orang banyak.
- Semprotkan tangan dengan hand sanitizer.
- Gunakan masker saat berpergian (usahakan tetap dirumah)
- Hindari keramaian.
- Jika berbicara dengan seseorang lebih baik beri jarak 1-2 meter.
- Jangan memegang binatang yang memiliki potensi besar dalam penyebaran virus Covid-19
- Sekiranya tidak ada keperluan yang sangat penting, seperti hanya jalan-jalan atau cari angin sebaiknya jangan. Tetap di rumah
- tidak panic buying.
No comments:
Post a Comment